7 Cara Guru Menghadapi Murid Susah Diatur
7 Cara Guru Menghadapi Murid yang Sulit Diatur Tanpa Kehilangan Kesabaran
1. Jangan langsung memberi cap “anak nakal”.
Perilaku yang sulit bukan berarti anaknya buruk. Bisa jadi ada kebutuhan, masalah, atau emosi yang belum mampu ia sampaikan.
2. Tenangkan diri sebelum menegur.
Guru juga manusia. Kalau menegur saat emosi sedang tinggi, pesan yang ingin disampaikan justru bisa berubah menjadi kemarahan.
3. Tegur perilakunya, bukan harga dirinya.
Katakan, “Ibu tidak suka kamu mengganggu teman saat belajar,” bukan “Kamu memang selalu bikin masalah.”
4. Buat aturan yang sederhana dan konsisten.
Anak lebih mudah mengikuti aturan jika mereka tahu batasnya dengan jelas. Yang penting bukan banyaknya aturan, tetapi konsistensinya.
5. Dekati, jangan hanya berteriak dari depan kelas.
Kadang cukup berjalan mendekati anak, memanggil namanya dengan tenang, atau memberi kontak mata. Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan suara keras.
6. Berikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Setelah melakukan kesalahan, jangan hanya memberi hukuman. Tanyakan, “Menurutmu, apa yang bisa kamu lakukan supaya besok lebih baik?” Anak belajar bertanggung jawab, bukan sekadar takut dihukum.
7. Bangun hubungan sebelum menuntut perubahan.
Murid yang merasa dikenal, dihargai, dan dipercaya biasanya lebih mudah menerima arahan. Kadang anak yang paling sulit diatur justru membutuhkan guru yang tidak menyerah kepadanya.
Tidak semua murid bisa kita ubah dalam satu hari.
Tapi setiap hari kita bisa menjadi alasan seorang anak belajar menjadi lebih baik. ❤️
0 Komentar
Tinggalkan Komentar